SEMARANG – Lebih dari 100 tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memeriahkan pameran dalam rangka HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah pada 20–22 Agustus 2026.

Pameran bertema “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji” tersebut menghadirkan produk makanan dan minuman, kerajinan, fesyen, serta berbagai karya kreatif dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Kota Surakarta turut memanfaatkan kegiatan itu untuk memperkenalkan produk batik, karya Sanggar Seni Gogon, serta kuliner khas Solo seperti tengkleng dan nasi liwet.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan, keikutsertaan Solo menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap produk lokal sekaligus mengangkat identitas budaya kota.

Menurutnya, batik, kuliner, seni, dan budaya memiliki nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui kreativitas, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar.

“Solo punya banyak kekuatan yang bisa kita tampilkan. Batik, kuliner, seni dan budaya semuanya memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas kota,” ujar Astrid saat menghadiri pembukaan pameran, Kamis (20/8/2026).

Astrid juga meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan para pelaku UMKM mengenai proses produksi serta potensi pengembangan usaha. Ia menilai pameran lintas daerah dapat mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan mitra baru.

Selain peserta dari Jawa Tengah, pameran diramaikan pelaku UMKM dari Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Lampung. Kegiatan juga melibatkan OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BUMD, BUMN, pihak swasta, lembaga lainnya, serta provinsi mitra.

Astrid mengingatkan agar manfaat pameran tidak berakhir setelah kegiatan ditutup. Pertemuan dan promosi yang telah berlangsung perlu diikuti dengan kolaborasi, pemasaran lebih luas, serta pendampingan sehingga UMKM mampu berkembang dan meningkatkan skala usahanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *