BANDUNG – Keramaian stadion tidak hanya menghidupkan atmosfer pertandingan. Di balik lalu lalang penonton, atlet dan ofisial, terdapat perputaran ekonomi yang ikut memberikan peluang kepada pelaku usaha lokal.

Situasi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Turnamen yang berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 itu turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sekitar 20 UMKM binaan Rumah BUMN Telkom menempati area penjualan di sisi timur stadion. Mereka menawarkan beragam produk, antara lain donat, kebab, keripik, kopi dan aneka camilan.

Salah satu pelaku usaha, Elin Nurhalimah, membawa produk Kripik Bonteng yang dibuat dari bahan dasar timun. Momentum pertandingan menjadi kesempatan baginya untuk menjangkau konsumen dalam jumlah lebih besar.

“Alhamdulillah, event FIFA ASEAN Cup 2026 bisa sangat membantu UMKM seperti kita,” kata Elin.

Saat stadion dipadati pengunjung, omzet penjualan yang diperolehnya dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta dalam sehari. Selain mendapatkan pasar baru, para pelaku usaha juga memperoleh fasilitas stan secara gratis.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dampak event olahraga dapat menjalar ke berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya kuliner, meningkatnya mobilitas masyarakat juga dapat mendorong permintaan terhadap transportasi, akomodasi, perdagangan dan layanan lainnya.

Potensi itu menjadi relevan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 pada 7–20 November.

Dengan mobilitas ribuan atlet dan ofisial selama hampir dua pekan, Porprov berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang signifikan di wilayah penyelenggara.

Keterlibatan UMKM secara terencana dapat membuat manfaat pesta olahraga tidak berhenti pada arena pertandingan, tetapi ikut dirasakan oleh masyarakat melalui bertambahnya transaksi dan peluang usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *