KOTA YOGYAKARTA – Inovasi JOGOMIDAS yang dikembangkan Kemantren Kotagede meraih Juara I Lomba Anugerah Inovasi Perangkat Daerah (AIPD) Kota Yogyakarta pada Agustus 2026. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui penyediaan ruang pemasaran bersama dan pendampingan peningkatan kualitas usaha.

JOGOMIDAS merupakan singkatan dari Pojok Gelaran Produk Ekonomi Kreatif UMKM dan Inklusif. Mulai dirintis dan aktif dipublikasikan sejak 2024, program ini diwujudkan melalui Gerai UMKM Kotagede di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede.

Sebanyak 33 UMKM memanfaatkan gerai tersebut sebagai etalase produk. Jenis usaha yang terwadahi mencakup kerajinan, konveksi, hingga kuliner khas Kotagede.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Kotagede, Isniyarti Wuri Putranti, mengatakan bahwa pengembangan program diarahkan untuk menjawab keterbatasan akses pasar serta promosi yang dihadapi pelaku usaha.

Dalam wawancara pada Kamis (15/10/2026), ia menegaskan bahwa fungsi gerai juga mencakup penguatan kapasitas UMKM agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing.

“Kami ingin gerai ini tidak hanya menjadi tempat menitipkan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing usahanya,” ungkap Isniyarti.

Pendampingan meliputi perbaikan kualitas produk, kemasan, desain, dan pengelolaan usaha. Kemantren Kotagede menggandeng perguruan tinggi serta instansi terkait dalam pelaksanaannya.

Di tingkat operasional, pengelolaan gerai memadukan pencatatan transaksi manual dan digital. Pembayaran melalui QRIS turut disediakan, sedangkan media sosial digunakan untuk mendukung promosi produk.

Pengawasan dilakukan terhadap kelayakan, kualitas, kesegaran, dan masa kedaluwarsa produk. Masukan pengunjung juga dihimpun sebagai bahan evaluasi bagi pelaku usaha untuk melakukan perbaikan.

Beragam produk yang tersedia meliputi kerajinan perak dan logam, wayang kulit, blangkon, kerajinan tanduk kerbau, fiberglass, serta konveksi. Untuk kuliner, gerai menghadirkan kembang waru, kipo, ukel, banjar, dan jamu.

Program ini memberikan kesempatan kepada usaha rumahan, perajin tradisional, penyandang disabilitas, serta UMKM yang belum optimal memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu pelaku usaha, Nurhasanah, mendapatkan pendampingan pengurusan legalitas, sertifikat halal, QRIS, dan rekening bank. Ia menyebut dukungan tersebut meningkatkan kepercayaan dirinya sekaligus mempermudah transaksi usaha kuliner yang dijalankan.

Pengembangan berikutnya diarahkan pada perluasan pasar, penguatan pemasaran digital, pendampingan desain produk, serta peningkatan kualitas usaha. Kolaborasi dengan perangkat daerah, komunitas, dan perguruan tinggi dilanjutkan untuk mendukung keberlanjutan JOGOMIDAS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *