JOGJA – Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo terus dikebut pemerintah sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hingga 22 Mei 2026, sejumlah ruas pada proyek tol sepanjang 96,57 kilometer tersebut telah memasuki tahap akhir konstruksi. Bahkan, dua ruas utama yakni Kartasura-Klaten dan Klaten-Prambanan telah selesai dibangun dan saat ini sudah beroperasi penuh.
BPJT menyebut kehadiran Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo akan memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus meningkatkan aksesibilitas menuju Kota Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo.
“Ruas tol ini akan menjadi akses strategis menuju Yogyakarta dan Bandara YIA, menghadirkan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman,” tulis BPJT melalui akun Instagram resminya, dikutip Senin (8/6/2026).
Pembangunan tol ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama mencakup ruas Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,37 kilometer, Purwomartani-Maguwoharjo 3,62 kilometer, serta Trihanggo-Junction Sleman sepanjang 3,25 kilometer.
Dari lima paket pekerjaan pada tahap pertama, progres pembangunan ruas Prambanan-Purwomartani telah mencapai 95,28 persen. Sementara ruas Purwomartani-Maguwoharjo tercatat mencapai 39,52 persen dan ruas Junction Sleman-Trihanggo mencapai 80,74 persen.
Adapun tahap kedua meliputi pembangunan ruas Junction Sleman-Purworejo sepanjang 38,57 kilometer. Sedangkan tahap ketiga mencakup ruas Maguwoharjo-Trihanggo sepanjang 8,75 kilometer.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, keberadaan tol ini juga diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di DIY. Kawasan-kawasan strategis yang dilintasi jalan tol diharapkan semakin berkembang seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah.
Kepala BPJT Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, mengatakan pembangunan tahap kedua dan ketiga masih berjalan bersamaan dengan proses pembebasan lahan.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo dapat selesai dan beroperasi penuh pada 2028. Secara teknis, jalan tol ini dirancang dengan kecepatan rencana hingga 100 kilometer per jam, memiliki konfigurasi 2×3 lajur, serta dilengkapi 11 simpang susun yang akan menghubungkan sejumlah kawasan strategis di DIY dan sekitarnya.

