SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan proyek pembangunan fisik gedung baru RSUD Sleman akan segera bergulir. Meski proses lelang masih berjalan, pengerjaan konstruksi secara masif diproyeksikan mulai terlaksana pada awal tahun 2026.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sleman, Widodo, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengejar target penyelesaian proses lelang sebelum tahun 2025 berakhir. Ia optimistis pemenang kontrak sudah dapat ditetapkan pada Desember mendatang.
“Segera setelah kontrak ditandatangani, pembangunan bisa langsung dimulai. Secara umum, pengerjaan fisik utama akan kami laksanakan di tahun 2026,” ujar Widodo.
Gunakan Skema Multiyears
Pembangunan fasilitas kesehatan ini menggunakan skema anggaran tahun jamak (multiyears) yang terbagi dalam tiga periode anggaran, yakni:
-
Tahun 2025: Tahap awal dengan alokasi Rp28,76 miliar dari APBD murni.
-
Tahun 2026: Tahap konstruksi utama dengan pagu Rp96,26 miliar.
-
Tahun 2027: Tahap penyelesaian atau finishing dengan sisa anggaran Rp250 juta.
Pendanaan Kolaboratif
Staf Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Agus Hidayatno, menambahkan bahwa khusus untuk pendanaan tahun 2026, Pemkab Sleman akan melakukan kombinasi sumber modal.
Dari total kebutuhan sebesar Rp125,26 miliar pada tahun tersebut, sebesar Rp45 miliar akan dipenuhi melalui skema pinjaman ke Bank BPD DIY, sementara sisanya akan ditutup melalui alokasi anggaran daerah.
Langkah percepatan pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di RSUD Sleman guna mengakomodasi kebutuhan medis warga Yogyakarta dan sekitarnya yang terus meningkat.
