YOGYAKARTA – Sebanyak 150 usaha kecil dan menengah bakpia di kawasan Pathuk, Kelurahan Ngampilan, mendukung penyelenggaraan Bakpia Day ke-14 melalui sumbangan produk. Sekitar 27.000 bakpia dibagikan secara gratis dalam rangkaian acara tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan cita rasa khas Bakpia Pathuk kepada masyarakat.
Dukungan para pengusaha menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tahunan yang digelar bersama warga Ngampilan. Salah satu acaranya berupa karnaval di Jalan KS Tubun, Sabtu (24/10/2026), dengan melibatkan kontingen dari 13 RW.
Lurah Ngampilan, Istikhomah, menyampaikan harapannya agar Bakpia Day dapat memberikan dorongan bagi perkembangan usaha bakpia. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjaga posisi bakpia sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta dan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kawasan Pathuk.
“Bakpia tetap menjadi oleh-oleh khas dari Yogyakarta dan Bakpia Pathuk semakin ramai,” ujar Istikhomah.
Menurutnya, Ngampilan memiliki keterkaitan erat dengan nama Pathuk sebagai kawasan industri bakpia. Karena itu, penyelenggaraan acara yang melibatkan pengusaha dan masyarakat menjadi kesempatan untuk terus memperkuat pengenalan kawasan tersebut.
Ketua Panitia Bakpia Day ke-14, Dimaz Arifin Hamsyah, menyampaikan bahwa usaha bakpia terus berkembang di berbagai wilayah di luar Pathuk. Dalam kondisi tersebut, Bakpia Day menjadi momentum untuk memperkenalkan Ngampilan, khususnya Pathuk, sebagai sentra industri bakpia di Kota Yogyakarta.
“Tujuan adalah mengenalkan Ngampilan khususnya Pathuk merupakan sentra industri bakpia dan bisa menjadi tujuan utama saat berkunjung ke Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Dimaz menyebut jumlah bakpia yang dibagikan pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang sekitar 15.000 buah. Pembagian produk diharapkan menjadi sarana promosi agar masyarakat semakin mengenal karakter rasa Bakpia Pathuk.
Sekitar 27.000 bakpia tersebut dibagikan melalui rayahan gunungan, Andum Rasa, serta kegiatan podcast dalam rangkaian Bakpia Day. Jumlahnya juga dikaitkan dengan peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Selain promosi produk, acara menghadirkan karnaval budaya yang diikuti hampir 1.000 warga. Peserta menyusuri Jalan KS Tubun menuju lahan bekas pabrik tegel di Pathuk meskipun hujan sempat turun.
Dua gunungan bakpia, yakni lanang dan wadon, turut diarak bersama kontingen RW. Penampilan budaya Jawa, Tionghoa, Betawi, Bali, Sunda, Sasak, dan Minangkabau, serta atraksi naga dan barongsai, melengkapi kegiatan tersebut.
Mengusung tema Authentic Taste Of Pathuk, Bakpia Day menghubungkan pengenalan produk lokal dengan kebersamaan warga. Istikhomah menegaskan bahwa makna rasa dalam tema itu turut mencerminkan hubungan masyarakat Ngampilan yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
