Banyak orang terjebak membeli lahan di area yang sudah overpriced seperti Jalan Kaliurang atau Seturan. Padahal, keuntungan investasi properti justru ada pada saat kita membeli di area yang “belum dilirik” namun akan segera meledak.

Berikut adalah wilayah yang saat ini harganya masih “masuk akal” tetapi diprediksi akan melonjak dalam 2–4 tahun ke depan:

1. Sentolo & Pengasih (Kulon Progo)

Jika Sleman adalah masa lalu, maka Kulon Progo adalah masa depan Jogja.

  • Mengapa Undervalued? Selama puluhan tahun dianggap sebagai “wilayah singgah”. Namun, dengan Tol Solo-Yogya-YIA yang sudah mulai beroperasi penuh, akses ke Sentolo menjadi sangat singkat.

  • Katalis: Penetapan Sentolo sebagai Kawasan Industri Hijau. Ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Permintaan akan kos-kosan, kontrakan, dan ruko di sini masih jauh melampaui suplai yang ada.

  • Harga Saat Ini: Masih banyak ditemui lahan di angka Rp1,2 juta – Rp1,8 juta/m².

2. Pajangan & Sedayu (Bantul Barat)

Dua wilayah ini seringkali terlupakan karena orang terlalu fokus pada sisi timur (Banguntapan).

  • Mengapa Undervalued? Kontur tanah yang sedikit berbukit di beberapa titik membuat pengembang besar awalnya ragu. Namun, saat ini justru konsep hunian villa-style dengan pemandangan alam sedang naik daun.

  • Katalis: Pelebaran jalan provinsi dan lokasinya yang menjadi jalur alternatif utama menuju Bandara YIA tanpa melewati kemacetan kota. Keberadaan kampus baru dan pengembangan wisata lokal (seperti Desa Wisata Kasongan yang merembet ke barat) memperkuat ekonomi lokal.

  • Harga Saat Ini: Tanah pekarangan masih bisa ditemukan di kisaran Rp1,5 juta – Rp2,5 juta/m².

3. Prambanan & Berbah (Sleman Timur)

Area ini adalah “pintu masuk” Jogja dari arah Timur yang selama ini kalah pamor dari Sleman Utara.

  • Mengapa Undervalued? Sering dianggap terlalu jauh dari pusat kota dan kental dengan aturan zonasi cagar budaya (area candi).

  • Katalis: Pintu Tol (Exit Toll) Prambanan dan Bokoharjo akan mengubah wilayah ini menjadi hub pariwisata dan logistik. Area ini akan menjadi sangat seksi untuk bisnis penginapan (homestay/boutique hotel) karena kedekatan dengan Candi Prambanan dan akses tol langsung ke Solo/Surabaya.

  • Harga Saat Ini: Di luar ring utama candi, harga tanah masih berada di angka Rp2,5 juta – Rp3,5 juta/m², jauh di bawah harga Mlati atau Ngaglik.


Tips Membeli di Area Undervalued:

  1. Cek Status “Hijau”: Di Jogja, banyak tanah murah ternyata adalah zona hijau (pertanian) yang tidak boleh dibangun permanen. Pastikan statusnya Kuning (Permukiman).

  2. Dekat Exit Tol: Dalam radius 3–5 KM dari rencana atau lokasi Exit Toll adalah zona emas investasi.

  3. Fasilitas Publik: Cek apakah sudah ada pembangunan Puskesmas, pasar modern, atau minimarket waralaba. Jika minimarket mulai menjamur, itu tandanya daya beli di area tersebut sedang naik.


Analisis Redaksi: Memilih area undervalued memang butuh kesabaran. Anda mungkin tidak akan melihat perubahan drastis dalam 6 bulan, tapi dalam siklus 5 tahun, area seperti Sentolo atau Pajangan berpotensi memberikan capital gain hingga 100%.

“Jangan menunggu beli properti, belilah properti lalu tunggu.”

Apakah Anda sudah punya incaran di salah satu wilayah di atas? Atau punya info area “rahasia” lainnya? Tulis di kolom komentar ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *