JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan lampu hijau terhadap penerapan pemusatan latihan nasional atau pelatnas dengan sistem pembiayaan lintas tahun. Skema multi-years disiapkan agar program latihan atlet dapat terus berjalan meskipun memasuki pergantian tahun anggaran.

Kebijakan tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir seusai mendampingi Presiden melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026. Kegiatan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026), bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional 2026.

Erick menilai mekanisme anggaran tahunan berpotensi menghambat kesinambungan pembinaan. Atlet yang sedang disiapkan menghadapi kompetisi internasional membutuhkan program latihan panjang dan tidak dapat berhenti karena menunggu proses administrasi pencairan dana.

“Kami memberi pandangan kepada beliau mengenai pelatnas jangka panjang, dan beliau langsung meminta saya untuk mengirimkan surat segera kepada Mensesneg, bagaimana pelatnas ini bisa nanti multi-years, tidak lagi per tahun,” kata Erick.

Skema tersebut memungkinkan sisa anggaran, termasuk dana yang tersedia setelah efisiensi, digunakan untuk meneruskan pelatnas pada tahun berikutnya. Presiden juga menyatakan pemerintah dapat menambah dana apabila alokasi yang tersedia belum mencukupi.

“Yang tahun depan, misalnya dengan efisiensi masih tersisa, bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden nambahin,” jelas Erick.

Kepastian pembiayaan memberi ruang lebih luas kepada induk organisasi cabang olahraga untuk menyusun program latihan sesuai kalender kompetisi. Persiapan fisik, peningkatan teknik, pendampingan mental, pemenuhan nutrisi, pemulihan, dan uji coba dapat dijalankan secara terpadu.

Namun, Erick mengingatkan bahwa fleksibilitas tersebut harus disertai tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi menjadi syarat penting agar anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan pembinaan dan tidak menimbulkan penyimpangan.

Pelatnas multi-years diharapkan membentuk hubungan yang lebih kuat antara kompetisi daerah dan pembinaan nasional. Atlet potensial dari Yogyakarta dan daerah lain dapat memiliki tahapan karier yang lebih terarah setelah mencetak prestasi pada kejuaraan regional maupun nasional.

Dengan program yang berkelanjutan, pembinaan olahraga Indonesia tidak hanya berfokus pada hasil sesaat, melainkan pada pencapaian prestasi jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *