YOGYAKARTA – Enam bidang kerja disiapkan Pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta periode 2026–2031 untuk memperluas kontribusi pemuda dalam pembangunan kota. Program tersebut dibahas melalui rapat kerja setelah pengurus resmi dikukuhkan di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).

Pengukuhan dilakukan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori. Kepengurusan baru dipimpin Yuliantono dan beranggotakan 53 orang yang berasal dari 14 kemantren.

Enam bidang yang akan menjadi fokus kepengurusan mencakup organisasi, kaderisasi dan keanggotaan; kesehatan dan sosial; kerelawanan dan lingkungan hidup; media; pemuda, olahraga, UMKM dan pariwisata; serta seni budaya dan keistimewaan.

Yuliantono mengatakan, program-program tersebut akan diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karang Taruna juga akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perangkat daerah, organisasi kepemudaan, dan berbagai kelompok masyarakat.

“Kami ingin selanjutnya Karang Taruna dapat berdampak nyata bagi Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Selain menyusun program tingkat kota, pengurus menargetkan penguatan kelembagaan di 14 kemantren dan 45 kelurahan. Langkah tersebut diperlukan agar lebih banyak pemuda terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan wilayah.

Yuliantono berharap tersedia dukungan anggaran yang memadai bagi Karang Taruna di tingkat kemantren dan kelurahan. Dukungan itu dinilai penting untuk memastikan program kepemudaan dapat berjalan secara optimal.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori berharap rapat kerja menghasilkan terobosan yang dapat meningkatkan kualitas dan kemandirian generasi muda.

Karang Taruna dinilai dapat berkontribusi dalam penanganan berbagai persoalan kota, termasuk kebersihan, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan ekonomi melalui kewirausahaan pemuda.

Budi juga mengingatkan agar kedekatan dengan pemerintah tidak menghilangkan sikap kritis pemuda. Karang Taruna diharapkan tetap memberikan masukan sekaligus menjalankan kontrol terhadap kebijakan pemerintah secara konstruktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *