YOGYAKARTA – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga”. Festival layang-layang bertaraf internasional tersebut akan berlangsung pada 11-12 Juli 2026 di kawasan Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyelenggara menghadirkan berbagai program edukatif sekaligus melibatkan delegasi dari 17 negara sebagai upaya memperkuat pertukaran budaya dan memperluas jejaring internasional.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan tema yang diangkat tahun ini dipilih karena bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan. Melalui festival tersebut, pihaknya ingin mengajak masyarakat, khususnya keluarga, untuk kembali menghidupkan tradisi bermain layang-layang bersama.
“Kami berharap hubungan keluarga semakin erat melalui aktivitas bermain layang-layang. Festival ini juga kami dorong menjadi ruang edukasi bagi generasi muda,” ujar Anang dalam konferensi pers di Yogyakarta, Rabu (2/7/2026).
Menurutnya, JIKF tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga media pembelajaran dan pengembangan kreativitas bagi anak-anak dan pelajar.
Sebagai bagian dari program edukasi, panitia menggelar Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography pada 7-9 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan teknik fotografi udara menggunakan layang-layang kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Selain itu, penyelenggara juga memperkenalkan program baru, yakni Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA). Kompetisi tersebut diperuntukkan bagi peserta tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama dengan kategori mewarnai, melukis, dan merakit layang-layang.
Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu RDA, Yuristianto, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan inovasi agar JIKF memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin festival ini menjadi ruang edukasi, kolaborasi, sekaligus memperkuat internasionalisasi budaya Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Antarikso Trisno Wibowo, menilai kehadiran delegasi dari 17 negara menjadi momentum penting bagi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta.
“Kehadiran 17 negara menjadi peluang besar untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ujarnya.
Peserta internasional asal Lithuania, Saul Varškeviit, berharap JIKF terus menjadi ruang pertemuan masyarakat dunia melalui budaya layang-layang dan semakin banyak dikunjungi wisatawan pada tahun-tahun mendatang.
Selain festival utama pada 11-12 Juli, para delegasi internasional juga akan mengikuti rangkaian kegiatan pendukung sejak awal Juli, mulai dari lokakarya, kunjungan budaya, hingga aktivitas wisata di sejumlah destinasi di Yogyakarta.
